5 Tips Memilih Bibit Jamur Kuping yang Bagus untuk Budidaya

Diposting pada
5 Tips Memilih Bibit Jamur Kuping yang Bagus untuk Budidaya
5 Tips Memilih Bibit Jamur Kuping yang Bagus untuk Budidaya

OmahJamur.com. Bibit Jamur Kuping yang Bagus – Memulai usaha budidaya jamur kuping, hal paling penting untuk diperhatikan adalah pemilihan bibitnya. Benih jamur kuping yang jelek akan mempengaruhi hasil panennya nanti, yang mana hasilnya ini akan mengecewakan. Baik itu, jamur tidak tumbuh, hasil panen sedikit, jamur mudah terserang penyakit dan lain sebagainya.

Selain itu, tentunya ada faktor lain juga yang melatarbelakangi kesuksesan kita dalam membudidayakan jamur, khususnya jamur kuping. Budidaya jamur kuping sendiri sekarang ini sudah marak di beberapa daerah di Indonesia. Hal ini berjalan selaras dengan pemintaan pasar terhadap jamur kuping tersebut yang semakin hari semakin meningkat. Meskipun demikian, usaha budidaya jamur kuping tetap potensial untuk dijalankan.

Tips Memilih Bibit Jamur Kuping yang Bagus untuk Budidaya

Tips Memilih Bibit Jamur Kuping yang Bagus untuk Budidaya
Tips Memilih Bibit Jamur Kuping yang Bagus untuk Budidaya

Pemilihan bibit jamur kuping tidak sama dengan bibit tanaman lainnya, yang mana bagi pemula mungkin sangat sulit untuk memahaminya. Jika beberapa jenis tanaman bibitnya berbentuk biji ataupun tanaman yang sudah tumbuh, berbeda dengan jamur kuping. Bibitnya ini berupa substrat yang sangat kecil ukurannya dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengembangkannya.

Bagi yang sudah senior, benih jamur kuping dalam bentuk substrat bisa dibeli atau didapatkan sendiri. Kemudian ditanam pada media tanam berupa baglog yang dibuat dari beberapa bahan, seperti serbuk gergaji kayu, katul atau dedak, kapur dan lain sebagainya. Untuk komposisi media tanam ini berbeda-beda setiap pembudidaya, ini juga disesuaikan dengan daerah untuk membudidayakannya.

Untuk pemula ataupun yang tidak ingin ribet, maka bisa membeli benih jamur kuping yang sudah ditanam (inokulasi) pada media tanam. Sehingga kita hanya perlu melakukan perawatan dan menunggu jamur tumbuh hingga bisa dipanen. Namun, tidak boleh sembarangan dalam memilih dan membeli benih jamur kuping dalam bentuk baglog tersebut.

Berikut ini cara memilih bibit jamur kuping yang bagus untuk usaha budidaya selengkapnya, yakni:

1. Cek Baglog yang Digunakan untuk Media Tanam Jamur

Tips pertama yang bisa kamu terapkan saat ingin membeli bibit atau substrat jamur jenis ini yakni dengan melihat kondisi baglognya. Pastikan baglog jamur kuping bagian plastiknya tidak ada yang bocor atau tercabik. Isi di dalam baglog terkesan padat (tidak gembur) dan juga tidak terlalu kering.

Baglog yang sudah tertanam substrat jamur biasanya terlihat basar dan lembap, untuk memastikan bibit jamur dapat tumbuh dengan baik.

2. Pilih yang Miselium yang Tumbuh Merata dan Tidak Terlalu Padat

Bibit jamur kuping yang dijual dalam bentuk baglog, kamu bisa melihat miselium jamur yang tumbuh di dalam baglog. Miselium ini sendiri merupakan akar putih menyesupai kapas yang biasanya tumbuh merata di dalam baglog.

Meski begitu, jangan pilih baglog jamur kuping yang miseliumnya tumbuh terlalu padat. Hal ini dipercaya akan membuat jamur yang tumbuh nantinya kurang maksimal, sehingga hasil panennya sedikit.

3. Mengetahui Turunan Bibit Jamur Kuping

Turunan bibit jamur kuping sangat penting untuk diperhatikan agar pertumbuhannya bagus dan hasil panen melimpah. Untuk usaha budidaya, bibit jamur F3 bisa dibilang yang paling bagus dan potensial. Tingkatan ini memungkinkan jamur lebih cepat pertumbuhannya dan hasilnya pun sangat baik.

Berbeda halnya jika kita memilih benih jamur kuping F1 atau F2, yang mana tingkatan ini lebih cocok dijadikan indukan atau penghasil benih. Jangan membeli bibit jamur kuping F5 ke atas, karena turunan ini akan kurang bagus saat dibudidaya atau pembesaran.

4. Perhatikan Masa Kadaluarsa Bibit Jamur

Bukan hanya makanan siap saji saja yang memiliki masa kadaluarsa, melainkan juga benih jamur kuping. Bibit jamur yang sudah melebihi masa kadaluarsa ini akan membuatnya tidak tumbuh sempurna, bahkan bisa jadi tidak tumbuh sama sekali alias mati.

Benih jamur kuping yang kadaluarsa terhitung jika sudah melebihi waktu 4 minggu dari proses inokulasi atau penanaman substrat. Biasanya pada baglog jamur kuping akan tertulis tanggal proses inokulasi dilakukan. Tinggal kamu hitung saja dengan tanggal kamu membelinya, yang mana lebih aman baglog jamur kuping berumur tidak lebih dari 3 minggu dari inokulasi agar lebih maksimal hasilnya.

5. Membeli di Penjual yang Terpercaya

Jangan sembarangan membeli bibit jamur kuping agar tidak menyesal akhirnya. Pastikan kamu membelinya di penjual atau suplier yang sudah berpengalaman dan terpercaya. Misalnya saja dari perusahaan jamur yang mengembangkan bibit jamur berkualitas.

Lebih amannya lagi, kamu bisa bergabung dengan komunitas pembudidaya jamur kuping, baik online maupun offline. Mereka biasanya tidak sungkan memberikan pengalamannya dalam membeli bibit hingga perawatan jamur agar hasil panen lebih maksimal.

Itulah tadi informasi mengenai cara memilih benih jamur kuping yang bagus untuk budidaya bisa kalian terapkan sendiri. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *