Cara Memilih Bibit Jamur Shiitake yang Bagus

Diposting pada
Cara Memilih Bibit Jamur Shiitake yang Bagus
Cara Memilih Bibit Jamur Shiitake yang Bagus

OmahJamur.com. Bibit Jamur Shiitake yang Bagus – Budidaya jamur shiitake di Indonesia sudah mulai banyak dilakukan dan tidak jarang dari mereka bisa sukses dari usaha satu ini. Hal ini berjalan selaras dengan permintaan jamur shiitake yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Pembudidaya dari jamur jenis ini masih belum terlalu banyak, sehingga peluang untuk meraup keuntungan masih terbuka lebar.

Dalam proses budidaya jamur shiitake, hal paling penting yang harus diperhatikan adalah pemilihan bibit. Bibit atau substrat jamur shiitake yang bagus akan mempengaruhi hasil budidayanya nanti. Meskipun hal ini juga tidak luput dari cara perawatan, kualitas ruangan dan juga kualitas media tanam yang digunakan. Mengenai cara memilih bibit jamur shiitake untuk budidaya selengkapnya bisa kalian simak di bawah ini.

Cara Memilih Bibit Jamur Shiitake yang Bagus

Cara Memilih Bibit Jamur Shiitake yang Bagus
Cara Memilih Bibit Jamur Shiitake yang Bagus

Jamur shiitake merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Dari namanya kamu mungkin mengira jamur jenis ini berasal dari Jepang. Nyatanya, jamur tersebut berasal dari China yang dikenal dengan sebutan Chinese Black Mashroom. Akan tetapi orang Jepang pernah menemukannya pertama kali tumbuh di batang pohon Shii yang sudah lapuk, sehingga diberi nama Shiitake.

Membudidayakan jamur Shiitake tidak terlalu sulit, dikarenakan daya tahan tubuhnya lebih kuat dibandingkan jenis jamur konsumsi lainnya. Akan tetapi, masa pertumbuhannya terbilang lebih lambat, kita bisa memanen jamur shiitake saat usia 6-12 bulan. Namun, perkembangan teknologi dapat mempersingkat masa panen jamur shiitake, yakni menjadi 3-8 bulan saja.

Tentunya ini tergantung juga dengan bibit jamur yang kita gunakan, harus yang berkualitas bagus. Sayangnya, tidak banyak pemula yang bisa membedakan bibit jamur shiitake yang bagus dan jelek atau tidak layark dibudidayakan. Tidak perlu khawatir, pada artikel kali ini akan dibahas cara memilih bibit jamur shiitake yang bagus bisa kalian simak dan terapkan.

1. Pilih Jenis Bibit Jamur Shiintake

Hal pertama perlu diperhatikan dalam pemilihan bibit jamur shiintake untuk dibudidayakan adalah jenis dari bibit itu sendiri. Cara ini berlaku jika kamu ingin menanam sendiri substrat jamur pada baglog. Jenis dari indukan jamur shiintake sangat berpengaruh pada hasil jamur yang tumbuh nantinya.

Jamur shiintake yang dijadikan indukan untuk diambil bibitnya adalah dari jenis F1 atau F2. Bibit jamur shiintake F1 atau F2 ini nantinya bisa kalian tumbuhkan terlebih dahulu sampai dewasa. Selanjutnya diambil turunannya dengan cara menanam substrat jamur dari indukan F1 atau F2 tersebut. Subtrat yang diambil dan ditanam inilah yang cocok untuk budidaya, yakni dari jenis F2 atau F3, maksimal F4.

Jika sudah sampai di F4 sebaiknya jangan diturunkan lagi ke F5 atau seterusnya, dikarenakan hasil budidayanya diklaim kurang efektif. Sama halnya seperti jenis jamur budidaya lainnya, yang paling bagus untuk dibudidayakan adalah dari jenis jamur F2, F3 dan F4.

Lihat proses budidaya jamur shiintake dari awal hingga panen di sini >> Panduan Cara Budidaya Jamur Shiintake dari Awal Sampai Panen

2. Memilih Bibit yang Miselliumnya Tidak Terlalu Padat

Untuk cara yang kedua ini hanya berlaku untuk kalian yang ingin membeli bibit jamur Shiintake yang sudah jadi dan hanya menunggu tumbuh saja. Bibit shiintake yang sudah jadi ini biasanya dijual dalam bentuk baglog, yang mana substrat jamur sudah tertanam pada baglog media tanamnya.

Disarankan untuk memilih baglog yang sudah tumbuh misellium jamur shiintake. Ciri-cirinya pada permukaan baglog tertutupi misellium jamur sekitar 3/4-nya. Misellium ini biasanya berwarna putih mirip kapas yang tersusun dari rambut-rambut hifa. Misellium yang terlalu padat dipercaya tumbuhnya jamur kurang efektif, begitu juga jika misellium jamur terlalu jarang.

3. Pastikan Bibit Jamur Shiintake Belum Kadaluwarsa

Bibit jamur yang dijual dalam bentuk baglog biasanya memiliki masa kadaluwarsa tersendiri. Di mana jika sudah melewati masa kadaluwarsa tersebut, tentunya jamur tidak akan tumbuh sempurna dan bahkan bisa saja mati sebelum berkembang. Masa kadaluwarsa bibit jamur shiintake ini dihitung dari proses inokulasi atau penanaman substrat jamur.

Setelah proses inokulasi atau penanaman bibit jamur, baglog akan dipindahkan ke ruang inkubasi. Di dalam ruangan ini misellium akan ditumbuhkan hingga muncul bakal jamur. Dalam tahap ini jamur siap untuk dipindahkan ke rak di dalam kumbung jamur.

Untuk masa kadaluwarsa bibit jamu shiintake sendiri sekitar 1-2 bulan dari proses inokulasi. Lebih aman jika membeli bibir jamur yang masih tidak lebih dari 1 bulan dari proses inokulasi. Kamu bisa melihat tanggal inokulasi dilakukan pada baglog yang tertata di ruang inkubasi.

Poin nomor 1 di atas bisa diterapkan jika kamu ingin memulai proses budidaya jamur shiintake dari awal, yakni menanam sendiri substrat jamur. Sementara untuk poin nomor 2 dan 3 hanya untuk Anda yang ingin membeli bibit instan. Yakni jamur yang sudah ditanam di baglog dan hanya tinggal menunggu jamurnya tumbuh saja.

Itulah tadi cara memilih bibit jamur shiintake yang bagus bisa kalian terapkan sendiri. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi pembaca semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *