Cara Budidaya Jamur Kuping untuk Pemula dengan Modal Minim

Diposting pada
Cara Budidaya Jamur Kuping untuk Pemula dengan Modal Minim
Cara Budidaya Jamur Kuping untuk Pemula dengan Modal Minim

OmahJamur.com. Cara Budidaya Jamur Kuping – Jamur kuping merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang cukup populer di Indonesia. Selain banyak peminatnya, pembudidaya jamur kuping di Indonesia juga terbilang banyak. Meskipun demikian, peluang untuk sukses dalam budidaya jamur kuping tetap besar, mengingat permintaan pasar terhadap jamur jenis ini terus meningkat setiap waktunya.

Jamur kuping sendiri memiliki beberapa macam yang memiliki karakteristik berbeda-beda. Beberapa macam jamur kuping yang umum ditemukan di Indonesia, seperti jamur kuping merah, jamur kuping hitam dan juga jamur kuping agar. Cita rasanya yang enak, gurih dan bertekstur kenyal membuatnya sangat disukai oleh banyak orang. 

Cara Budidaya Jamur Kuping untuk Pemula dengan Modal Minim

Cara Budidaya Jamur Kuping untuk Pemula dengan Modal Minim
Cara Budidaya Jamur Kuping untuk Pemula dengan Modal Minim

Untuk memulai usaha budidaya jamur kuping, terdapat beberapa hal yang perlu kamu lakukan. Cara ini akan membuatmu paham mengenai proses atau tahapan dalam membudidayakan jamur jenis ini. Salah dalam melakukan penerapan budidaya, maka ini akan berdampak pada hasil panennya nanti.

Pada artikel ini akan dibahas cara budidaya jamur kuping untuk pemula mulai dari 0 hingga panen. Penjelasannya ditulis dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami oleh pemula sekali pun. Adapun langkah-langkah untuk memulai budidaya jamur kuping selengkapnya, sebagai berikut:

1. Penyiapan Media Tanam

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk memulai bisnis jamur kuping yakni dengan menyiapkan media tanam. Media tanam yang digunakan di sini sama seperti jenis jamur lainnya, seperti jamur tiram putih dan jamur tiram coklat. Beberapa bahan yang perlu disiapkan, di antaranya:

  • Serbuk gergaji kayu
  • Bekatul atau dedak
  • Kapur
  • Air

Campurkan beberapa bahan yang sudah dipersiapkan tersebut hingga merata, kemudian dilakukan fermentasi. Diamkan media tanam tersebut selama kurang lebih 4-5 hari di ruangan tertutup. Jangan lupa untuk dibolak-balik setiap 2 hari sekali agar matangnya merata. Media tanam yang sudah siap ditandai dengan warnanya yang berubah cokelat kehitaman.

2. Pembuatan Baglog Jamur

Selanjutnya kita akan membuat baglog yang menjadi tempat penanaman substrat jamur kuping nantinya. Siapkan plastik khusus untuk baglog dengan kapasitas 1-2kg, kemudian masukkan media tanam yang sudah difermentasi tadi.

Padatkan media tanam tadi di dalam plastik dengan cara dipukul-pukul, atau lebih praktis menggunakan mesin pengepres baglog khusus. Buat bentuk plastik seperti botol dengan mengerucut di bagian ujungnya. Selanjutnya pada ujungnya tersebut dipasang ring, lalu isi dengan kapas serta pasang penutup ujung baglognya.

3. Melakukan Sterilisasi pada Baglog

Sebelum ditanami substrat jamur kuping, hal penting yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah sterilisasi. Tujuan dilakukannya proses ini adalah untuk menetralisir mikroba yang ikut tumbuh pada media tanam atau baglog. Dengan demikian jamur akan tumbuh lebih maksimal dan hasil panennya pun melimpah.

Di sini kamu perlu menyiapkan tempat khusus yang tertutup untuk tempat sterilisasi media tanam jamur. Tempat khusus ini disebut dengan kumbung, yang mana media tanam ditaruh di dalamnya dan kemudian dialiri dengan uap air. Lakukan proses ini setidaknya 7-8 jam dengan uap air terus dialirkan ke dalam kumbung.

4. Melakukan Proses Penanaman atau Inokulasi

Cara budidaya jamur kuping untuk pemula selanjutnya yakni melakukan penanaman subsrat atau bibit jamur kuping. Cara ini harus dilakukan dengan hati-hati dan pastikan melakukannya di ruang khusus yang steril dan sirkulasi udaranya baik.

Sebelum memulai proses inokulasi, pastikan tangan dan alat (stik besi) yang kamu gunakan sudah steril. Untuk mensterilkan tangan, kamu bisa menggunakan alkohol 70%. Sementara untuk stik besi (untuk menaruh bibit jamur), kamu panaskan dulu dengan pemanas api spirtus selama beberapa saat, kemudian dinginkan dulu.

Untuk memulai proses inokulasi, sekarang kamu semprot bagian penutup baglog dengan alkohol 70% secukupnya. Kemudian ambil kapas yang menutupi ujung baglog, melakukannya bisa di atas pemanas api spiritus. Masukkan stik besi tadi ke dalam baglog melalui ujungnya, kemudian masukkan substrat jamur kuping.

5. Tumbuhnya Miselium Jamur Kuping

Jika sudah selesai proses inokulasi, kita cukup menunggu hingga muncul miselium jamur. Miselium ini sendiri mirip seperti kapas yang berwarna putih, biasanya akan menyebar di seluruh bagian permukaan baglog.

Miselium yang merata ini menandakan bibit jamur kuping akan tumbuh dengan baik dan hasilnya melimpah. Sebaliknya, jika miselium yang tumbuh cukup sedikit, kemungkinan hasil panen jamur kuping akan kurang maksimal.

6. Perawatan Jamur Kuping

Untuk proses perawatannya, kamu bisa menaruh baglog jamur kuping di ruangan yang tertutup dengan suhu yang lembap. Pastikan ruangan tersebut tidak terkena sinar matahari langsung yang dapat membuat jamur mati. Suhu ruangan harus tetap terjaga untuk memastikan hasil panennya.

Untuk perawatannya, kamu bisa menyemprotkan air ke baglog agar tidak kering. Namun, jangan pula menyemprotnya terlalu sering yang membuat baglog terlalu basah sehingga membuat jamur tidak tumbuh sempurna.

7. Masa Panen Jamur Kuping

Dalam waktu 3-4 minggu setelah masa pembentukan calon tumbuh jamur, biasanya jamur sudah siap untuk dipanen. Jamur kuping yang siap dipanen ini ditandai dengan jamur yang berkembang sempurna dengan tepiannya yang bergelombang.

Tidak seperti budidaya lainnya, jamu kuping bisa dipanen beberapa kali dalam 1 periode penanamannya. Dalam hal ini kita bisa memanen jamur kuping sebanyak 4 hingga 6 kali dengan masa periode selama 5-6 bulan. Proses panennya sendiri bisa mencabut jamur beserta akar-akarnya.

Itulah tadi cara budidaya jamur kuping untuk pemula yang mudah dan praktis serta dengan modal minim bisa kamu terapkan. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi pembaca semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *