Panduan Cara Budidaya Jamur Shiitake dari Awal Hingga Panen

Diposting pada
Panduan Cara Budidaya Jamur Shiitake dari Awal Hingga Panen
Panduan Cara Budidaya Jamur Shiitake dari Awal Hingga Panen

OmahJamur.com. Cara Budidaya Jamur Shiitake – Budidaya jamur konsumsi sudah mulai menjamur di Indonesia, bahkan banyak kalangan muda-mudi yang mencoba memulai bisnis tersebut. Peluang usaha dari budidaya jamur ini memang sangat menggiurkan, ditambah lagi dengan permintaan pasar yang semakin tinggi. Selain itu, ada banyak jenis jamur konsumsi yang bisa dibudidayakan demi menghasilkan cuan.

Salah satu jenis jamur konsumsi yang mulai banyak peminatnya di Indonesia sekarang ini adalah jamur shiitake. Pembudidayaan jamur jenis ini hampir sama dengan jamur konsumsi lainnya, seperti jamur tiram, jamur kancing, jamur kuping, hingga jamur merang. Kita dapat menggunakan baglog sebagai media tanam dari jamur shiitake tersebut. Informasi selengkapnya mengenai bisnis budidaya jamur shiitake di Indonesia dari nol hingga panen bisa kalian simak di bawah ini.

Panduan Cara Budidaya Jamur Shiitake dari Awal Hingga Panen

Panduan Cara Budidaya Jamur Shiitake dari Awal Hingga Panen
Panduan Cara Budidaya Jamur Shiitake dari Awal Hingga Panen

Jamur Shiitake memiliki nama ilmiah Lentinula Edodes, yang mana jamur ini berasal dari China dengan nama asli Chinese Black Mashroom. Meski demikian, jamur shiitake justru lebih dikenal dengan jenis jamur konsumsi yang berasal dari Negara Jepang dengan sebutan Shiitake.

Shiitake berarti jamur yang tumbuh dan ditemukan di batang pohon Shii, sehingga orang-orang Jepang menyebutnya Shiitake. Jamur jenis ini memang dapat tumbuh dengan mudah dan di Indonesia sudah mulai banyak yang membudidayakannya. Budidaya jamur shiitake ternyata tidak serumit yang kita kita, yang mana jamur ini memiliki ketahanan tubuh yang baik sehingga tidak mudah mati.

Di Indonesia sendiri permintaan pasar terhadap jamur shiitake sudah mulai meningkat, bahkan para pembudidaya sampai kewalahan dalam memenuhi permintaan tersebut. Hal ini tentunya menjadi peluang bisnis terbaik untuk kamu coba. Berikut ini panduan cara budidaya jamur shiitake dari awal hingga panen yang mudah bisa kamu simak dan terapkan, yakni:

1. Pemilihan Bibit Shiitake

Sama seperti budidaya jamur konsumsi lainnya, pembibitan diperlukan untuk mendapatkan anakan jamur yang berkualitas. Bibit jamur shiitake bisa didapatkan dari indukan jamur F1 atau F2. Maka nantinya akan menghasilkan bibit jamur shiitake F3 atau F4, yang mana tingkatan ini memang cocok untuk pembesaran.

Substart jamur shiitake F3-F4 ini memiliki tingkat kekebalan tubuh yang tinggi sehingga tidak mudah mati. Selain itu, pertumbuhannya terbilang cepat sehingga mempercepat hasil panennya pula.

2. Persiapan Media Tanam Jamur Shiitake

Sebelum ke tahap cara menanam jamur shiitake, di sini kita perlu membuat media tanamnya terlebih dahulu. Media tanam jamur shiitake ini dibuat dengan bentuk baglog, sebutan untuk serbuk gergaji kayu yang dicampur bahan lain dan dibukus plastik serta dibentuk seperti botol minuman.

Ada beberapa tahap dalam penyiapan media tanam baglog untuk jamur shiitake ini, di ataranya:

Tahap 1. Fermentasi Media Tanam

Di sini kamu bisa menyiapkan serbuk gergaji kayu (disarankan kayu jati, mahoni dan kayu keras lainnya), kapur, pupuk tambahan, air secukupnya. Aduk-aduk hingga semuanya tercampur, kemudian diamkan selama kurang lebih 4-6 hari untuk proses fermentasi.

Setiap 2 hari, kamu harus membalik media tanam dengan cara mengaduk-aduknya agar proses matangnya lebih merata. Tanda kalau proses fermentasi berhasil, media tanam akan berubah menjadi warna cokelat kehitaman.

Tahap 2. Membukus dengan Plastik

Jika sudah selesai difermentasi, tahap selanjutnya adalah memasukkan media tanam tadi ke dalam plastik khusus baglog. Padatkan media tanam di dalam plastik dengan menumbuk secara manual atau menggunakan mesin press baglog.

Bentuk baglog layaknya botol, yang mana bagian ujungnya diberi ring atau cincin serta ditutup dengan kapas dan penutup ujung baglog.

Tahap 3. Sterilisasi Baglog Media Tanam

Jika sudah disiapkan media tanam baglognya, selanjutnya adalah proses sterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri yang di dalam media tanam. Cara ini juga sekaligus mencegah jenis jamur lainnya ikut tumbuh pada media baglog.

Proses sterilisasi di dalam dengan cara menaruh baglog media tanam di dalam kumbung khusus tanpa ventilasi. Kemudian kumbung dialiri uap panas dengan suhu sekitar 90-120 derajat celsius dan ini dilakukan selama kurang lebih 6-8 jam. Jika sudah, diamkan dulu baglog hingga menjadi dingin lalu dipindahkan ke ruang inokulasi.

3. Penanaman Bibit Jamur Shiitake

Jika media tanamnya sudah siap, selanjutnya adalah proses penanaman bibit atau substrat jamur shiitake yang disebut dengan inokulasi. Proses ini dilakukan di ruangan khusus yang sudah steril dan memiliki suhu stabil.

Peralatan yang digunakan untuk penanaman jamur shiitake ini juga harus disterilisasi terlebih dahulu. Caranya dengan menggunakan air alkohol 70% dan pembakaran dengan api spiritus.

4. Masa Penumbuhan Miselia di Ruang Inkubasi

Tahap berikutnya dikenal dengan sebutan inkubasi, yang mana pada tahan ini baglog jamur shiitake yang sudah melalui tahap inokulasi akan ditaruh di ruangan inkubasi khusus. Baglog jamur didiamkan selama kurang lebih 40-60 hari hingga misellium jamur mulai tumbuh dan hampir menutupi area permukaan baglog di dalam plastik.

Ruang inkubasi ini disarankan memiliki tingkat kelembapan sekitar 80-90% dengan suhu udara sekitar 25-28 derajat celcius. Misellium yang tumbuh ditandai dengan sekumpulan hifa jamur (sekumpulan rambut mirip kapas putih) yang menutupi hingga 2/4 permukaan baglog.

5. Perawatan dan Masa Panen Jamur Shiitake

Jika misellium jamur sudah mulai tumbuh, sekarang waktunya untuk memindahkan baglog ke kumbung atau rumah jamur. Tata baglog di rak-rak yang terdapat di dalam kumbung jamur dan lakukan perawatan secara rutin. Kumbung jamur ini harus memiliki asupan cahaya matahari yang cukup serta dengan sirkulasi udara yang baik.

Proses ini akan memakan waktu sekitar 4-6 bulan sehingga jamur shiitake sudah bisa dipanen. Untuk hasilnya sendiri, dari 1 baglog akan menghasilkan jamur shiitake seberat 250 gram. Memang tidak sebanyak jamur tiram, akan tetapi nilai jual dari jamur Shiitake lebih mahal dibandingkan jamur konsumsi lainnya.

Itulah tadi informasi mengenai cara budidaya jamur shiitake untuk pemula dari awal hingga panen yang bisa kalian terapkan. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi pembaca semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *