Manfaat Jamur Tempe dan Ciri-ciri Tubuhnya

Diposting pada
Manfaat Jamur Tempe dan Ciri-ciri Tubuhnya
Manfaat Jamur Tempe dan Ciri-ciri Tubuhnya

OmahJamur.com. Jamur Tempe – Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan salah satu jenis teman makan nasi satu ini, yakni tempe. Bahkan hampir semua keluarga di Indonesia mengonsumsi tempe setiap harinya. Tempe bisa dijadikan berbagai jenis olahan masakan, mulai dari digoreng biasa, tumisan, dan campuran bahan masakan lainnya. Harganya yang cukup terjangkau, tempe justru memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan tubuh kita.

Beberapa dari kalian mungkin belum tahu atau bahkan tidak menyangka, jika pada tempe ternyata tumbuh jamur. Jamur pada makanan ini bernama Rhizopus spp, yang mana adanya jamur inilah yang menjadikan tempe. Jamur yang terdapat pada makanan fermentasi ini terdiri dari beberapa jenis yang masih satu keluarga. Tidak terlihat seperti jamur pada umumnya, jamur pada tempe ini ternyata memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh.

Apa Itu Jamur Tempe?

Apa Itu Jamur Tempe?
Apa Itu Jamur Tempe?

Jamur tempe merupakan salah satu jenis jamur yang memiliki bentuk sangat kecil dan terlihat seperti kapas. Jamur ini sendiri terdiri dari beberapa jenis kapang, di antaranya Rhizopus Oligosporus, Rhizopus Chinensis, Rhizopus Oryzae, dan juga Rhizopus Arrhizus. Di mana beberapa jenis kapang atau jamur tersebut masih dalam satu keluarga Rhizopus Spp.

Jamur atau kapang ini hidup di dalam tempe dengan membentuk hifa yang terlihat seperti kapas-kapas putih. Jamur-jamur ini penting peranannya terhadap fermentasi tempe. Tanpa adanya kapang tersebut tentunya tempe tidak akan dinamakan sebagai tempe, melainkan tetap kedelai.

Tidak seperti jenis jamur pada umumnya, jamur tempe ini memiliki misellium yang tidak bersekat. Jamur tersebut terdiri dari beberapa bagian, di antaranya misellium, sporangiophore, sporangium dan juga spora. Untuk bagian spora, ini merupakan alat perkembangbiakan pada jamur tersebut.

Jamur yang ada pada makanan fermentasi ini hidup dengan membentuk hifa, yang mana terdapat beberapa tipe hifa yang membantu proses terbentuknya tempe. Beberapa tipe hifa tersebut, di antaranya:

  1. Stolon: merupakan tipe hifa yang berfungsi sebagai pembentuk jaringan pada permukaan substrat.
  2. Rizoid: merupakan tipe hifa yang fungsinya sebagai penyerap makanan dengan menembus substrat.
  3. Sporangiofer: merupakan tipe hifa yang terlihat dan tumbuh di permukaan substrat, yang mana pada bagian ujungnya terdapat sporangium globuler.

Ciri-ciri Jamur Tempe yang Perlu Kamu Tahu

Ciri-ciri Jamur Tempe yang Perlu Kamu Tahu
Ciri-ciri Jamur Tempe yang Perlu Kamu Tahu

Jamur yang tumbuh pada makanan fermentasi ini memang berbeda dengan jenis jamur konsumsi lainnya yang kita kenal, seperti jamur tiram, jamur merang, jamur kancing dan masih banyak lagi yang lainnya. Jenis jamur yang ada pada makanan fermentasi ini pun memiliki ciri-ciri tubuh khusus yang membuatnya unik, di antaranya:

  1. Memiliki misellium yang terdiri dari beberapa tipe hifa, yakni Stolon, Rizoid dan juga Sporangiofer.
  2. Misellium atau hifa dari jamur ini tidak bersekat saat masih muda. Namun, ketika sudah tumbuh dewasa akan mulai bersekat.
  3. Tumbuh di tempat yang lembap, baik itu tanah atau sisa organisme mati.
  4. Memiliki 2 cara berkembang biak, yakni generatif dan vegetatif.
  5. Hidup dengan membentuk hifa yang mirip seperti kapas putih dan berkoloni.
  6. Bentuknya menyerupai akar atau rizhoid.
  7. Sporangiopora yang tumbuh dari stolon akan menghadap ke udara.

Dengan ciri-ciri yang sudah dijelaskan di atas semakin menjelaskan kalau jenis jamur pada makanan ini berbeda dengan jenis jamur pada umumnya yang sering kita temui.

Manfaat Jamur Tempe yang Tidak Banyak Orang Tahu

Manfaat Jamur Tempe yang Tidak Banyak Orang Tahu
Manfaat Jamur Tempe yang Tidak Banyak Orang Tahu

Seperti yang kita tahu, pembentukan tempe akan melalui proses fermentasi terlebih dahulu selama beberapa hari. Pada proses ini pembuat tempe biasanya akan mencampurkan kedelai dengan ragi yang menjadi bahan utama dalam proses tersebut. Nantinya tekstur kedelai akan menjadi lunak sehingga gizi yang ada di dalamnya akan lebih mudah diserap oleh tubuh.

Proses fermentasi pada makanan ini akan dibantu oleh jenis jamur khusus yang sudah disebutkan diatas. Terjadinya hal ini dipercaya dapat menghasilkan kandungan antibiotik alami pada tempe sehingga dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Adapun beberapa manfaat yang didapat dari tempe tersebut, di antaranya:

1. Sebagai Antibiotik

Proses fermentasi pada tempe yang dibantu oleh jamur Rhizopus spp, akan menghasilkan antibiotik alami. Kandungan antibiotik ini akan membantu melawan organisme jahat yang dapat merugikan kesehatan tubuh.

Dengan demikian tubub akan menjadi lebih sehat dan dapat terhindar dari berbagai macam penyakit.

2. Bagus untuk Program Diet

Tempe sering kali dijadikan sebagai salah satu menu diet alami yang cukup efektif. Penurunan berat badan terjadi cukup signifikan tanpa membuatmu lemas, khususnya saat harus melakukan aktivitas harian.

Kandungan di dalam tempe dapat memberikan energi bagi tubuh sehingga kita dapat beraktivitas dengan nyaman, meskipun dalam masa penerapan program diet.

3. Mencegah Diare

Pada jamur yang tumbuh di makanan fermentasi ini dapat menghasilkan antibiotik yang dapat melawan organisme penyebab diare. Dengan demikian kamu akan terhindar dari masalah diare yang menyakitkan tersebut.

4. Baik untuk Penderita Diabetes

Manfaat lainnya yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang yakni soal tempe yang baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Kandungan yang ada di dalamnya aman bagi penderita diabetes tersebut.

Itulah tadi informasi mengenai ciri-ciri jamur tempe beserta manfaat yang dimilikinya bagi kesehatan tubuh manusia. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *