Jamur Tiram Coklat Vs Jamur Tiram Putih untuk Budidaya

Diposting pada
Jamur Tiram Coklat Vs Jamur Tiram Putih untuk Budidaya
Jamur Tiram Coklat Vs Jamur Tiram Putih untuk Budidaya

OmahJamur.com. Jamur Tiram Coklat – Salah satu jenis jamur konsumsi yang cukup banyak diminati oleh masyarakat kita yakni jamur tiram. Jenis jamur ini memiliki tekstur daging yang kenyal dan empuk, layaknya daging hewan. Karena itulah pengolahan jamur tiram sering dimodifikasi menjadi bahan makanan pengganti daging hewan, seperti sapi, ayam, kambing dan lain sebagainya. Cita rasanya yang gurih membuatnya sangat disukai oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa.

Di pasaran kita sering menemukan jamur tiram yang permukaan dan dagingnya berwarna putih bersih. Namun, tahukan kamu bahwa ada lho jenis jamur tiram yang memiliki permukaan luarnya berwarna putih, lebih tepatnya pada bagian permukaan tudungnya. Jamur tiram cokelat ini juga bisa dijadikan sebagai bahan olahan masakan yang enak dan gurih.

Baik jamur tiram putih maupun coklat, keduanya cocok untuk dibudidayakan di Indonesia, karena suhunya yang pas. Cara budidayanya terbilang sangat mudah, bahkan bagi kamu yang masih pemula pun tidak akan kesulitan menerapkannya. Terlebih lagi membudidayakan jamur tiram akan mendatangkan peluang besar untuk sukses.

Jamur Tiram Coklat Vs Jamur Tiram Putih untuk Budidaya

Jamur Tiram Coklat Vs Jamur Tiram Putih untuk Budidaya
Jamur Tiram Coklat Vs Jamur Tiram Putih untuk Budidaya

Bagi kamu yang ingin memulai usaha budidaya jamur, jenis jamur tiram menjadi salah satu yang paling banyak dipilih. Perawatannya yang mudah dan cocok dengan suhu di Indonesia, menjadi alasan kenapa banyak orang memilihnya untuk dijadikan bisnis budidaya.

Terlebih lagi permintaan pasar terhadap jamur tiram semakin meningkat hingga saat ini, bahkan jumlah permintaannya tidak seimbang dengan jumlah produksi. Sehingga masih sangat potensial untuk dijadikan usaha budidaya.

Memilih untuk budidaya jamur tiram, kamu bisa memilih ingin membudidayakan jamur tiram putih atau cokelat. Perbandingan keduanya untuk dijadikan usaha budidaya akan dijelaskan di bawah ini, sehingga kamu bisa memilih jenis jamur tiram mana yang cocok untuk dipilih.

1. Kemudahan dalam Mendapatkan Bibit Jamur

Di Indonesia lebih dulu populer jamur tiram putih dibandingkan yang memiliki permukaan warna coklat. Dan di berbagai daerah sudah banyak pembudidaya yang membudidayakan jamur tiram putih tersebut. Untuk itu, bibit jamur tiram putih akan lebih mudah didapatkan karena stoknya yang banyak dan merata di berbagai daerah. Bahkan ada komunitas online dan offline yang menampung para pembudidaya jamur tiram putih tersebut.

Sementara untuk jamur jenis ini pembudidayanya masih sedikit. Hal ini berpengaruh pada pembudidaya yang berfokus sebagai penyedia bibit jamur tiram cokelat yang juga masih minim. Bibitnya yang terbatas membuat kita agak sulita untuk menemukannya untuk dijadikan awal budidaya.

2. Media Tanam untuk Budaya Jamur Tiram

Untuk media tanam dari jamur tiram putih maupun coklat bisa dibilang sama. Kita bisa menggunakan serbuk kayu yang berisi bibit atau substrat jamur kemudian di press dan dijadikan baglog dengan wadah plastik khusus. Tentunya butuh alat press khusus untuk pembuatan baglog sebagai media tanam jamur tiram tersebut.

Namun, bagi kamu yang belum punya alatnya, maka bisa membeli baglog yang sudah diisi bibit jamur tiram dan tinggal kamu rawat hingga tumbuh jamurnya.

3. Tingkat Kesulitan dalam Perawatan Jamur Tiram

Sebenarnya untuk tingkat kesulitan dalam hal perawatan bibit jamur tiram putih dan coklat ini sama, tergantung kita bagaimana untuk menanganinya. Salah satu yang paling penting adalah ruangan harus selalu lembap dengan suhu optimal untuk menunjang pertumbuhan jamur tiram.

Baglog jamur disusun rapi pada rak-rak yang sudah dipersiapkan dan diterus dikontrol agar pertumbuhannya semakin optimal.

4. Minat Pasar Terhadap Jamur Tiram Coklat dan Putih

Berbicara mengenai permintaan pasar terhadap jamur tiram terbilang sangat tinggi. Namun, untuk jamur tiram putih dan coklat memiliki tingkat permintaan pasar yang berbeda. Jamur tiram putih lebih dikenal oleh masyarakat luas, sementara jamur tiram yang berwarna cokelat dikenalnya masih di beberapa kalangan saja.

Kepopuleran jamur tiram putih membuat minat pasar terhadapnya cukup tinggi. Mungkin karena masih banyak yang belum mengenal jamur coklat ini, sehingga butuh promosi lebih luas agar meningkatkan minat masyarakat terhadapnya. Padahal, untuk soal rasa jamur tiram cokelat lebih enak, gurih dan bernutrisi tinggi dibandingkan jamur tiram putih.

5. Perbandingan Harga Jamur Tiram Putih dan Coklat

Sebagai pembudidaya, keuntungan merupakan hal utama yang paling dicari. Dalam hal ini, pemilihan jenis jamur yang ingin dibudidaya tidak terlepas dari besar keuntungan yang diperoleh.

Dari segi harga, jamur tiram putih ditawarkan dengan harga yang lebih murah dibandingkan yang coklat. Harga jamur tiram coklat per kilo gramnya dijual seharga Rp 16.000 – Rp 18.000, berbeda-beda untuk setiap daerah. Sementara untuk jamur tiram putih hanya dibanderol seharga Rp 12.000 – Rp 15.000 saja.

6. Masa Panen Jamur Tiram

Budidaya jamur tiram membutuhkan waktu lumayan lama untuk menunggunya tumbuh dan bisa mulai di panen. Jamur tiram putih memiliki waktu lebih lama untuk tumbuh dan dipanen dibandingkan yang yang coklat.

Untuk jamur tiram putih umumnya butuh waktu selama 5 bulan agar mulai bisa dipanen. Sementar jamur coklat terbilang lebih singkat, yakni hanya butuh waktu 3-4 bulan saja. Siklusnya yang lebih singkat membuat perputaran modal menjadi lebih cepat pula dan keuntungan bisa didapatkan dengan lebih maksimal.

7. Produktivitas Jamur Tiram

Meskipun jamur tiram berwarna cokelat memiliki siklus yang lebih singkat, namun produktivitasnya terbilang rendah. Untuk 1 baglog berukuran 1,2 kg, jamur tiram permukaan cokelat biasanya menghasilkan sekitar 200-270 gram.

Sementara untuk jamur tiram putih lebih banyak hasil produksinya, di mana untuk 1 baglog berukuran 1,2 kg dapat menghasilkan jamur hingga 300 gram.

Itulah tadi perbandingan budidaya jamur tiram coklat dan jamur tiram putih yang harus kamu ketahui sebelum memulai usaha. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *