5 Perbedaan Jamur Tiram Coklat dan Putih Paling Umum

Diposting pada
5 Perbedaan Jamur Tiram Coklat dan Putih Paling Umum
5 Perbedaan Jamur Tiram Coklat dan Putih Paling Umum

OmahJamur.com. Perbedaan Jamur Tiram Coklat dan Putih – Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang paling banyak diminati. Terdapat setidaknya 2 jenis jarum tiram yang bisa ditemukan di pasaran sekarang ini, yakni jamur tiram berwarna putih dan coklat. Keduanya memiliki beberapa perbedaan, baik dari segi bentuk, warna, cita rasa, kandungan nutrisi, serta cara menanam dan merawatnya.

Jamur tiram sendiri termasuk salah satu jenis jamur yang paling mudah untuk dibudidaya. Di berbagai daerah di Indonesia khususnya sudah ada banyak orang uang sukses dengan berbisnis budidaya jamur tiram tersebut. Mengenai jamur tiram coklat dan putih, memiliki beberapa perbandingan yang perlu diketahui oleh semua orang. Informasi selengkapnya bisa kalian simak di bawah ini!

Perbedaan Jamur Tiram Coklat dan Putih Paling Umum

Perbedaan Jamur Tiram Coklat dan Putih Paling Umum
Perbedaan Jamur Tiram Coklat dan Putih Paling Umum

Jamur tiram putih dan jamur tiram cokelat memiliki beberapa perbedaan yang mencolok dan tersembunyi. Penting untuk mengetahui perbedaannya tersebut agar kita lebih mudah mengenalinya. Hal ini juga untuk mencegah kita mengonsumsi jamur berbahaya yang didapat di alam karena bentuk dan fisiknya yang hampir sama.

Adapun beberapa perbedaan jamur tiram coklat dan putih selengkapnya, sebagai berikut:

1. Bentuk Fisik dan Warnanya

Perbedaan paling mencolok antara jamur tiram cokelat dan putih adalah dari segi warnanya. Jamur tiram putih memiliki warna yang putih keseluruhan, mulai dari bagian tudung, batang dan akarnya. Sebagian besar dari kita mungkin sudah sangat mengenalinya, bahkan menjadi bahan olahan masakan sehari-hari.

Sementara jamur tiram cokelat memiliki warna kecokelatan di bagian permukaan atas tudungnya. Warnanya tidak begitu gelap, melainkan cokelat terang dengan bentuk layaknya tiram sesuai dengan sebutannya.

Perbedaan juga bisa dilihat dari bentuk keduanya, yang mana jamur tiram coklat memiliki tudung tubuh yang lebih tebal. Dagingnya yang lebih tebal ini membuat masa simpannya lebih lama dibandingkan dengan jamur tiram putih. Tudungnya juga tidak terlalu lebar seperti jamur tiram putih pada umumnya.

2. Cita Rasa dan Kandungan Nutrisi Jamur Tiram

Masyarakat kita lebih sering mengonsumsi jamur tiram putih karena lebih mudah ditemukan di pasaran. Kita bahkan bisa menemukannya di pedagang sayuran keliling dengan harga yang cukup terjangkau.

Perbedaan antara jamur tiram putih dan coklat bisa dilihat dari segi rasa saat dijadikan bahan masakan. Jamur tidak cokelat diklaim lebih enak dan gurih, serta dagingnya yang lebih menyerupai daging hewan. Sementara jamur tiram putih dagingnya lebih tipis, meskipun tetap memiliki tekstur daging yang kenyal mirip seperti daging hewan.

Selain itu, kandungan nutrisi dari keduanya juga berbeda, meskipun sama-sama menyehatkan tubuh. Jamur tiram coklat memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan jamur tiram putih, seperti vitamin A, vitamin B, dan juga vitamin C.

3. Harga Jamur Tiram

Sekarang lanjut ke segi harga yang dimiliki oleh jamur tiram putih dan cokelat. Produksinya yang lebih banyak membuat persaingan harga jamur tiram putih semakin ketat, dan ini berpengaruh terhadap harga jualnya. Jamur tiram putih ditawarkan seharga Rp 12.000 – Rp 15.000 per kilogramnya.

Sementara untuk jamur tiram coklat dijual dengan harga yang lebih mahal, yakni sekitar Rp 15.000 – Rp 18.000 per kilogramnya. Harganya ini cukup merata di berbagai daerah dan ini dikarenakan beberapa faktor. Harga jamur tiram coklat yang lebih mahal ini dikarenakan produksinya yang masih minim, permintaan pasar yang mulai tinggi, serta cita rasa yang lebih enak dan gurih.

4. Produktivitas Jamur Tiram

Di jaman sekarang ini kita sudah bisa dengan mudah membudidayakan jamur untuk dijadikan usaha, baik usaha skala rumahan maupun skala besar. Jamur tiram putih dan cokelat memungkinkan untuk di tanam di media baglog.

Baglog sendiri merupakan media tanam populer untuk berbagai jenis jamur konsumsi, termasuk juga jamur tiram. Baglog dibuat dari serbuk kayu (terkadang dicampur media lain) yang berisi substrat jamur dan dimasukkan ke dalam kantung plastik, serta dipress agar lebih padat.

Untuk soal produktivitas, jamur tiram putih lebih banyak hasilnya saat dibudidayakan dibandingkan dengan jamur tiram cokelat. Untuk 1 baglog yang berukuran 1,2 kilogram dapat menghasilkan jamur tiram putih sebanyak 300 gram bahkan lebih. Sementara untuk jamur tiram cokelat dengan ukuran baglog yang sama hanya bisa menghasilkan maksimal 270 gram jamur saja.

5. Siklus Masa Panen Jamur Tiram

Perbedaan jamur tiram coklat dan putih lainnya bisa dilihat dari siklusnya. Jamur jenis ini memiliki siklus yang lebih singkat dibandingkan dengan jamur tiram putih. Siklus dari jamur tiram coklat tersebut yakni sekitar 3-4 bulan saja. Sementara untuk jamur tiram putih siklusnya bahkan hingga 5 bulan.

Bagi seorang pembudidaya harus bisa memikirkan siklus dari jamur tiram ini untuk membuat usahanya terus berjalan. Jika kamu ingin perputaran modal terjadi lebih cepat, jamur tiram coklat lebih cocok untuk dipilih.

Itulah tadi beberapa perbedaan jamur tiram coklat dan putih yang perlu kamu tahu lebih mendalam. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi pembaca semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *